Senin, 15 Mei 2017

Day 3




 Kegiatan Sosial di PANTI LANSIA SANTA ANNA dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)










PERTEMUAN KETIGA


Kelas    : LA23

Dosen   : Agus Masrukhin (D3739)

Waktu   : Rabu, 22 Maret 2017 

Pukul     : 10.00 – 12.00 WIB

Lokasi    : PANTI LANSIA SANTA ANNA (Gg Masda 3 – Jl M No 40 Teluk Gong, Jakarta Utara) 


Tim yang hadir :

Ketua                  :  Sally                                                   (1901460625)

Anggota               :  Helen Siswanto                                   (1901464182)
                              Jessica Eileen                                      (1901464131)
                               Moningka Jonathan William Danny       (1901506696)
                               Rika                                                   (1901458210)


Tim yang tidak hadir : Tidak ada


Pada hari ketiga dari kegiatan sosial yang dilaksanakan di Panti Lansia Santa Anna, kelompok kami mengadakan acara bernyanyi bersama - sama dengan para penghuni dari panti jompo tersebut. Dalam acara bernyanyi bersama ini, para opa dan oma terlihat sangat antusias. Mereka terlihat sangat menikmati bernyanyi bersama dengan diiringi gitar akustik walaupun pada awalnya mereka terlihat sedikit malu - malu dalam ikut bernyanyi, tetapi untungnya semua berakhir dengan sangat menyenangkan. 

Kami menyanyikan banyak lagu diantaranya lagu - lagu rohani yang mereka sangat kuasai. Kami juga mendapatkan sukarelawan yaitu Opa Winoto salah satu penghuni panti jompo ini untuk bernyanyi atau berkaraoke ria, beliau sangat antusias dan sangat menguasai lagu lagu yang dinyanyikannya. Salah satu lagu yang beliau nyanyikan dengan merdu adalah 'I Have a Dream'. Kami semua sangat takjub dan terkesan dengan kepercayaan diri dari Opa Winoto ini bernyanyi dengan sangat lihai dalam bahasa bahasa asing seperti bahasa inggris dan bahasa mandarin. Kami juga sangat menikmati acara bernyanyi bersama sama dengan semua opa oma panti jompo tersebut, kami sangat senang karena dapat menghibur mereka dengan cara yang sederhana.

  


Setelah kami selesai melakukan kegiatan, akhirnya kami bertemu dengan salah satu suster yaitu Suster SR.M.Avila.SCMM atau yang dapat di panggil Suster Avila yang merupakan salah satu staff dari panti ini. Kami pun mulai melakukan wawancara. Hal yang kami dapatkan adalah sebagai berikut:

-Panti ini dibangun pada tahun 1980 dalam bentuk rumah mini dan penghuni dari panti ini diambil dari opa-oma yang berada atau tinggal di jalanan. Panti ini pun semakin banyak peminatnya dan akhirnya panti ini pun melakukan renovasi pertama mereka secara besar-besaran pada tahun 2011 silam dikarenakan sering terjadi nya banjir di  wilayah panti ini.

-Jumlah Penghuni dari Panti Lansia ini adalah Opa yang berjumlah 29 orang, Oma yang berjumlah 44 orang, dengan 29 orang yg beragama Katolik, 23 orang yang beragama Buddha, dan 21 orang yang beragama Kristen Protestan. Untuk karyawannya, Karyawan laki-laki berjumlah 7 orang dan perempuan berjumlah 10 orang, serta suster yang terdiri dari 3 orang dengan Pimpinan yaitu SR.M.Lidwina SCMM, dengan kedua staffnya yaitu SR.M.Leonarda SCMM dan SR.M.Avila.SCMM yang sedang kami wawancari saat itu.

-Penghuni panti ini ada yang melakukan pembayaran untuk tetap tinggal dan ada yang tidak melakukan pembayaran / gratis di karenakan sudah tidak memiliki keluarga. Harga setiap tahunnya pun berbeda harga paling tinggi adalah Rp.2.500.000,00 perbulan, dan faktanya semakin lama tinggal di panti ini, semakin murah harga yang harus di bayarkan oleh opa-oma ini. Suster dan staff dari panti pun turut tinggal di panti ini.

-Jadwal kegiatan dari opa-oma di panti ini adalah bangun pagi (antara jam 03:00-06:00 pagi), lalu sarapan dengan meminum teh atau kopi sekitar pukul 05:30 pagi, setelah sarapan mereka pun mandi dan menikmati waktu santai mereka sampai dengan waktu makan siang pada pukul 11:15. Setelah makan siang, mereka pun dapat kembali lagi ke kamar untuk beristirahat atau menyikat gigi mereka. Setiap senin dan rabu , mereka menjalankan misa sore pada pukul 17:00 di mini chapel panti tersebut. Setiap selasa dan jumat mereka melakukan senam pagi dan aktivitas seperti  menggambar atau menggunting sampai sebelum waktu makan siang mereka , yakni pukul 11:15. Dan pada hari sabtu dan minggu, aktivitas mereka adalah menerima kunjungan dari para relawan/visitor seperti kami.

Foto bersama dengan Suster Avila

Day 2



 Kegiatan Sosial di PANTI LANSIA SANTA ANNA dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia (TFI)










PERTEMUAN KEDUA



Kelas    : LA23

Dosen   : Agus Masrukhin (D3739)

Waktu   : Rabu, 22 Maret 2017

Pukul     : 10.00 – 12.00 WIB

Lokasi    : PANTI LANSIA SANTA ANNA (Gg Masda 3 – Jl M No 40 Teluk Gong, Jakarta Utara)



Tim yang hadir :

Ketua                  :  Sally                                                   (1901460625)

Anggota               :  Helen Siswanto                                   (1901464182)
                              Jessica Eileen                                      (1901464131)
                               Moningka Jonathan William Danny       (1901506696)
                               Rika                                                   (1901458210)


Tim yang tidak hadir : Tidak ada


Pada hari kedua, kegiatan yang kami lakukan pertama kali adalah memperkenalkan diri kepada para Opa dan Oma yang sedang berada di luar kamarnya. Kemudian kami mendengarkan mereka bercerita tentang berbagai macam hal seperti cerita hidupnya, masa-masa muda mereka, masa studi mereka dan lain-lain. Kami berpencar dan mengajak ngobrol dengan mereka satu per satu. 

 

Mendengarkan kisah Oma

Membantu Oma ke kamarnya

Ada salah satu Oma yang menurut kami kisahnya cukup menarik dan mampu menyadarkan kami untuk lebih berbakti pada orang tua kami. Singkat cerita, Oma ini sudah 3 tahun tinggal di Panti Lansia Santa Anna, ia tinggal dengan anak laki-lakinya, namun setelah anak laki-lakinya ini menikah, tak berapa lama kemudian ia dibawa ke panti ini. Awalnya ia mengira ia hanya akan tinggal di panti ini untuk sementara saja. Namun waktu berlalu dan anaknya yang membawanya ke panti ini tidak kunjung menjemput bahkan menjenguknya pun tidak.  Kisah ini sangat menyadarkan kami agar kami lebih berbakti kepada orang tua kami dan tidak melupakan mereka setelah menikah. Orang tua yang sejak dulu merawat dan menjaga kami, lalu ditinggal begitu saja demi keluarga yang baru itu dapat sangat menyakiti perasaan orang tua. Beruntung, anak-anak Oma yang lain menyempatkan diri untuk datang bahkan membawa cucunya sesekali.

Ajaran lain yang kami dapatkan kali ini berasal dari seorang Opa yang sangat ramah dan pandai bicara, kami memanggilnya Opa Winoto. Pertama kali bertemu, Opa Winoto yang mengajak kami berbicara terlebih dahulu. Opa Winoto cukup berbeda dengan Opa Oma yang lainnya, ia tidak membicarakan hal-hal yang membuatnya bersedih ataupun alasan mengapa ia tinggal di Panti ini. Akan tetapi justru sebaliknya Opa Winoto menasehati kami agar kami rajin belajar supaya sukses di kemudian hari. Ia juga sangat fasih dalam berbahasa asing, ia dapat berbicara dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, dan juga Bahasa Jepang. Kami sangat kagum melihat kepandaian Opa Winoto. Selain itu, Opa Winoto juga menunjukkan fotonya yang sangat tampan. Ia pun mengajak kami untuk foto bersama. Dari cerita yang disampaikan Opa Winoto, ia memiliki banyak teman yang bukan hanya seusia Opa, akan tetapi bervariasi bahkan ada juga yang mahasiswa-mahasiswi seperti kami. Opa Winoto cukup menginspirasi kami untuk belajar lebih giat agar kelak menjadi orang yang hebat seperti Opa Winoto.


 
Foto bersama dengan Opa Winoto